Pejaten sekarang
adalah grumbul di wilayah Desa Cipete Kecamatan Cilongok Banyumas. Grumbul
Pejaten merupakan alas hutan jati, sebelum dibuka menjadi areal tempat tinggal.
Setibanya di Pejaten
beliau melakukan laku ritual mujahadah di atas batu cadas Sungai Tenggulun.
Bersamaan dengan itu, Nyai Sakheti putri tunggal Mbah Kroya atau Mbah Sukma
Sejati, seorang tokoh yang tinggal di Bantuanten (2 km dari wilayah Pejaten)
tengah mengalami sakit keras dan belum mendapatkan obat yang mampu menyembuhkan
penyakit yang diderita putrinya.
Satu hari Mbah Kroya
mendengar suara seperti gemuruh ombak, mirip suara kawanan lebah. Untuk
memastikan bahwa sumber suara bukan ombak atau suara lebah namun berasal dari
suara manusia, maka Mbah Kroya mengutus para pembantunya untuk mencari. Para
pembantunya merasa tertegun setelah menemukan sumber suara itu adalah lafadz
dzikir yang dilakukan oleh Syaikh Abdus Shomad yang duduk melakukan mujahadah
di atas batu cadas sungai Tenggulun.
Percakapan para
pembantunya di hadapan Syaikh Abdus Shomad telah mengundang naluri kemanusiaan
Syaikh Abdus Shomad untuk bersilaturrahmi bertemu dengan Mbah Kroya dengan
membawa air menggunakan daun talas dari sungai Tenggulun.
Pertemuan antara
Mbah Kroya dengan Syaikh Abdus Shomad menumbuhkan rasa bangga diantara
keduanya, karena mereka sama-sama bersasal dari wilayah Jawa Barat. Sampai
beberapa hari kemudian Nyai Sakheti binti
binti Mbah Kroya / Mbah Sukma Sejati dinikahkan dengan beliau Mbah Abdus
Shomad.
Bantuanten berasal dari kata Bantuan atau Pertolongan dan Banten. Menilik
dari sejarah terbentuknya desa Bantuanten tidak terlepas dari sosok Mbah Kroya
sendiri. Mbah Kroya beserta beberapa pengikutnya pernah turut memberikan
bantuan dalam sebuah peperangan yang melibatkan Kesultanan Banten. “Mbantu
Banten”. Julukan Mbah Kroya atau Mbah
Sukma Sejati tidak lain karena Kroya merupakan grumbul tempat dimana beliau
dimakamkan di pinggiran Sungai Tenggulun. Sedangkan adik laki-lakinya yang bernama
Mbah Jati Kusuma dimakamkan di Kedung Makam Desa Bantuanten.
Belum ada tanggapan untuk "Singgah di Pejaten Desa Cipete"
Posting Komentar