Masa muda Syaikh
Abdus Shomad dihabiskan di Pondok Pesantren di Gunung Jati Cirebon Jawa Barat.
Peluang karir untuk menjadi pejabat di lingkungan keraton seperti halnya
suadara-saudaranya, tidak menarik perhatian bagi Syaikh Abdus Shomad muda.
Orangtuanya
menyebutnya dengan filsafat tabuh beduk. Syaikh Abdus Shomad tidak tertarik
menerima tongkat estafet pemimpin namun lebih tertuju kepada cita-citanmya
menjadi seorang santri yang kelak mampu memberi manfaat kepada ummat dalam
penyebar agama Islam dengan memilih tongkat tabuh / pemukul beduk yang adanya
di longkungan pesantren / masjid.
Kehidupan keraton
yang penuh dengan berbagai kesenangan dan berada di dalamnya adalah tingkat
strata kehidupan yang tinggi, tentu tidak sama dengan kehidupan komunitas di
Pondok Pesantren. Kehidupan serta kebutuhan diri memperpanjang kehidupan di
Pondok dengan seluruh suka dan duka tidak merubah pendirian untuk terus “ngalap
berkah ilmu sang kyai” hingga pada akhirnya sang kyai menganggap sebagai santri terbaik dengan
menguasai ilmu-ilmu agama sebagai bekal pengembaraan melakukan dakwah Islam.
Belum ada tanggapan untuk "Masa Pendidikan"
Posting Komentar